Jika kamu sedang mencari jenis usaha yang stabil, perputaran uang cepat, permintaan selalu ada, dan tidak terlalu dipengaruhi tren musiman. Usaha grosir sembako adalah jawabannya. Walaupun banyak yang mengira bisnis ini membutuhkan modal besar, sebenarnya kuncinya bukan hanya soal modal, tapi tentang manajemen stok, kecepatan pelayanan, dan kepercayaan dari warung/UMKM yang jadi pelanggan utama.
Dan kabar baiknya:
Kini membangun usaha grosir sembako jauh lebih mudah dengan digitalisasi.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis dari nol sampai sukses, termasuk modal, sistem pencatatan stok, cara mengatur ribuan SKU, hingga tips agar cepat balik modal. Cocok untuk pemula.
Kenapa Usaha Grosir Sembako Cocok untuk Pemula?
Karena kebutuhan pokok selalu dibeli, tanpa perlu edukasi pasar.
- Beras tetap dibeli meskipun harga naik.
- Minyak goreng tetap dicari meski ada promo lain.
- Sabun, mie instan, gula, telur → semua rutin dibeli tiap minggu.
Warung dan UMKM selalu butuh pasokan harian. Ini membuat grosir sembako punya cash flow cepat: barang keluar–uang masuk.
Selama manusia makan dan mandi, usaha grosir sembako tetap hidup.
Baca Juga: Peluang Bisnis Street Food 2026: Strategi Laku Keras di Era Digital
Langkah 1: Tentukan Segmentasi Pelanggan
Sebelum memulai, tentukan: kamu ingin melayani siapa?
| Segmen | Contoh pelanggan | Keuntungan |
| Grosir → Warung/Kios | warung kelontong, pedagang pasar | repeat order setiap minggu |
| Grosir → HORECA | catering, kantin, kios makanan | order dalam jumlah besar |
| Grosir → End user | perumahan, komplek, ibu rumah tangga | margin lebih besar |
Semakin fokus segmennya, semakin mudah menjalankan strategi pemasaran.
Langkah 2: Menentukan Lokasi & Gudang Penyimpanan
Lokasi menentukan seberapa cepat barang kamu berputar.
Idealnya, pilih lokasi yang:
- dekat area padat penduduk atau dekat pasar
- mudah dijangkau motor untuk delivery ke warung
- bisa menampung rak dan palet penyimpanan
Untuk tahap awal, kamu bisa mulai dari garasi rumah sebagai gudang. Banyak grosir besar sekarang mulainya dari sini.
Langkah 3: Hitung Modal Awal dan Estimasi BEP
Banyak yang mengira usaha grosir sembako wajib modal ratusan juta.
Padahal, untuk memulai skala kecil-menengah, kamu bisa mulai dari Rp 80 juta – Rp 150 juta dengan SKU terpilih.
Modal usaha bisa juga bergantung pada ukuran gudang dan jumlah SKU yang ingin dijual. Berikut contoh sederhana untuk grosir sembako skala awal:
| Komponen Biaya | Estimasi |
| Sewa tempat/gudang | Rp 3.000.000 – Rp 7.000.000 / bulan |
| Stok awal sembako (300–700 SKU) | Rp 80.000.000 – Rp 150.000.000 |
| Gaji karyawan (2 orang) | Rp 4.000.000 – Rp 6.000.000 |
| Rak + etalase + troli | Rp 5.000.000 – Rp 10.000.000 |
| Software POS & printer struk | Mulai dari Rp 500.000 – Rp 2.000.000 |
➡️ Total estimasi modal awal: mulai dari Rp 100 jutaan
Estimasi BEP:
Jika margin rata-rata grosir adalah 8–12%, dengan omzet minimal Rp 2.500.000 – Rp 4.000.000 per hari, BEP bisa dicapai dalam 8–14 bulan, tergantung efisiensi operasional.
Kuncinya: padat modal, tapi cepat berputar.
Langkah 4: Pilih Supplier & Negosiasi Harga
Untuk mendapatkan harga terbaik:
- Datangi distributor resmi / agen besar (bisa dicari via marketplace B2B)
- Gabung komunitas pedagang sembako (banyak di Facebook / WA Group)
- Jangan beli dari minimarket (harganya tidak kompetitif)
Tips penting:
Ambil margin kecil → tetapi sering repeat order.
Grosir bukan tentang “sekali transaksi besar”, melainkan perputaran harian.
Langkah 5: Digitalisasi Sistem Stok & Hutang Warung
Ini sering jadi lubang kerugian terbesar di usaha grosir sembako:
- stok tidak tercatat
- hutang warung tidak jelas
- harga berubah setiap hari, tapi lupa update
Kalau dicatat manual di buku?
100% pasti akan ada selisih.
Solusinya: pakai software POS khusus usaha grosir yang bisa:
- Mencatat 1.000+ SKU
- Mencatat hutang piutang warung (open bill)
- Update harga dan stok otomatis
- Bisa order via WhatsApp tapi tercatat di sistem
Ingat: yang bikin grosir sukses bukan stok banyak, tapi stok terkontrol.
Langkah 6: Sistem Delivery ke Warung (Keunggulan Persaingan)
Ini adalah strategi paling efektif untuk memenangkan pelanggan:
🚚 ambil order via WhatsApp
↪ catat di sistem POS
✅ kirim barang ke warung
Warung akan memilih grosir:
“yang cepat dan gampang dihubungi.”
Bukan hanya “yang murah”.
Sistem Pencatatan Stok & Hutang Piutang ke Warung
Ini bagian yang paling krusial.
Masalah paling umum di bisnis grosir sembako:
❌ stok sering hilang entah kemana
❌ pencatatan hutang piutang warung tidak terpantau
❌ barang masuk dan keluar tidak sinkron
Gunakan sistem POS yang bisa mencatat:
- stok masuk dari supplier
- stok keluar ke customer
- sistem hutang & penagihan
- histori transaksi warung tertentu
Dengan software POS, Anda bisa mengecek:
“Warung Bu Siti masih punya tagihan Rp 1.250.000 dari order minggu lalu.”
Semua transparan. Semua tercatat.
Cara Mengelola 1.000+ SKU Sembako dengan Software POS

Di usaha grosir, SKU bisa tembus 1.000 sampai 3.000 jenis barang.
Jika pencatatan manual, siap-siap:
- salah hitung stok
- barang expired tidak terdeteksi
- waktu inventaris berjam-jam
Software POS akan membantu:
- Import data SKU secara massal dari file Excel
- Kategori otomatis (beras, kebutuhan rumah, bahan baku, dll)
- Stok minus bisa dicegah
- Alarm stok menipis
Bahkan beberapa software POS sudah mendukung barcode scanner, jadi proses input barang jauh lebih cepat.
“Waktu yang dulu habis untuk mencatat stok, sekarang bisa dipakai untuk follow up pelanggan.”
Studi Kasus Singkat: Grosir yang Sukses karena Digital
Salah satu pengguna sistem digital (sebut saja Bu Lina, grosir di Bekasi) awalnya hanya pakai catatan manual. Stok berantakan dan banyak hutang warung tak tertagih.
Setelah pakai POS digital:
| Sebelum | Sesudah |
| Waktu rekap stok: 3 jam | Jadi hanya 10 menit |
| Banyak salah hitung | 0 selisih stok |
| Pelanggan sering minta hutang | Hutang tercatat otomatis + ada riwayat transaksi |
Dalam 3 bulan, omzetnya naik +42%.
Tips Sukses dari Grosir Berpengalaman
- Jangan fokus jual banyak SKU dulu, fokuskan pada SKU yang cepat habis.
- Gunakan price list digital yang bisa dikirim ke pelanggan melalui WhatsApp.
- Jika warung mau hutang, semua harus tercatat di sistem, jangan hanya lisan.
“Di bisnis grosir, yang tidak tercatat adalah kerugian.”
Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Kasir di HP Gratis & Terlengkap untuk UMKM
Kesimpulan
Untuk memulai usaha grosir sembako dari nol, kamu tidak perlu langsung memulai dengan skala besar, mulailah dari hal yang terkontrol. Tentukan terlebih dahulu segmen pelanggan yang ingin kamu layani, siapkan stok SKU yang cepat habis dan memiliki perputaran tinggi, kelola stok dan hutang secara rapi menggunakan POS digital, serta berikan layanan pemesanan dan pengantaran ke warung untuk memberikan keunggulan dibanding kompetitor.
Bisnis grosir sembako sebenarnya sederhana, tetapi membutuhkan sistem yang rapi agar bisa tumbuh dan menghasilkan keuntungan stabil.
Hanya Rp1.000/hari, kamu bisa mendapatkan manfaat agar proses pencatatan stok berjalan otomatis, harga jual bisa di-update dengan cepat, hutang warung tercatat dengan jelas, dan pesanan yang masuk melalui WhatsApp langsung terdata ke sistem,
Coba GRATIS POSe untuk usaha grosir sembako modern yang menguntungkan.

