pose.co.id

Over 10 years we helping companies reach their financial and branding goals. Onum is a values-driven SEO agency dedicated.

CONTACTS
Business

Struktur Organisasi Bisnis Restoran: Contoh, Jobdesk dan Tips Efisien

struktur organisasi bisnis

Membangun restoran bukan hanya soal resep lezat atau dekorasi instagramable. Di balik layar, ada satu hal penting yang sering terlewatkan oleh pebisnis pemula, yaitu struktur organisasi bisnis restoran. Tanpa struktur yang jelas, operasional bisa berantakan, karyawan bingung siapa yang bertanggung jawab, dan pada akhirnya kepuasan pelanggan ikut terganggu.

Nah, di artikel ini kita akan membahas apa itu struktur organisasi restoran, jenis-jenisnya, jobdesk utama, hingga tips membentuk tim yang solid. Cocok banget buat Anda yang baru merintis usaha kuliner!

Apa Itu Struktur Organisasi Restoran?

Struktur organisasi restoran adalah susunan peran, tanggung jawab, dan hubungan kerja antar anggota tim di dalam bisnis restoran. Ibarat tubuh manusia, setiap bagian punya fungsi sendiri. Jika tidak ada koordinasi, maka aliran kerja jadi tidak efisien.

Kenapa restoran butuh struktur organisasi yang jelas?

  • Agar pembagian kerja lebih terarah.
  • Memudahkan kontrol operasional harian.
  • Menjaga kualitas layanan tetap konsisten.
  • Membuat tim lebih termotivasi dan profesional.

Bayangkan saja, jika koki harus ikut mencatat keuangan atau pelayan harus ikut belanja bahan tentu energi akan habis sebelum restoran berkembang.

Baca Juga: Lengkap! 10 Panduan Cara Mencari Investor yang Tepat untuk Bisnis Anda

Jenis Struktur Organisasi Restoran

Struktur organisasi restoran tidak selalu sama. Semuanya bergantung pada skala bisnis:

  1. Restoran kecil / warung makan / UMKM
    • Biasanya hanya ada pemilik, 1–2 orang yang memasak, dan pelayan yang merangkap kasir.
    • Struktur sederhana, lebih fleksibel, tapi tetap perlu pembagian kerja dasar.
  2. Restoran menengah (kafe atau resto kasual)
    • Sudah ada manager, tim dapur dengan koki utama, waiter, kasir, dan admin.
    • Struktur lebih rapi agar koordinasi antar divisi tidak tumpang tindih.
  3. Restoran besar / franchise / chain
    • Struktur kompleks: ada General Manager, Head Chef, tim dapur lengkap, kasir, tim purchasing, bahkan divisi marketing & HR.
    • Sistem lebih detail dengan SOP ketat untuk menjaga standar brand.

Jobdesk Utama dalam Restoran

Agar lebih jelas, berikut pembagian peran yang biasanya ada di restoran:

  1. Owner / Pemilik
    • Menentukan visi, misi, dan arah bisnis.
    • Mengontrol laporan keuangan & strategi jangka panjang.
  2. General Manager / Restaurant Manager
    • Mengatur operasional harian.
    • Menjadi penghubung antara pemilik dengan seluruh tim.
  3. Head Chef & Tim Dapur
    • Head Chef: menyusun menu, menjaga kualitas masakan.
    • Sous Chef & Cook: membantu eksekusi masakan.
    • Kitchen Helper: menyiapkan bahan, menjaga kebersihan.
  4. Waiter/Waitress & Customer Service
    • Melayani tamu dengan ramah.
    • Menjadi “wajah” restoran di depan pelanggan.
  5. Kasir / Admin Keuangan
    • Mengelola transaksi harian.
    • Menyusun laporan penjualan.
  6. Purchasing / Inventory
    • Mengurus belanja bahan baku.
    • Menjaga stok agar tidak kehabisan atau berlebih.
  7. Marketing & Promosi (opsional)
    • Khusus restoran besar atau franchise.
    • Bertanggung jawab atas branding, promo, hingga media sosial.

Contoh Bagan Struktur Organisasi Restoran

  • Restoran kecil: Owner → Koki → Pelayan/Kasir.
  • Restoran menengah: Owner → Manager → (Chef, Waiter, Kasir, Inventory).
  • Restoran besar: Owner → General Manager → (Head Chef → Sous Chef → Cook → Helper), (Kasir/Admin), (Purchasing), (Marketing), (HR).

Bagan ini bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan budget.

Tips Membentuk Tim Restoran yang Efisien

  1. Jelaskan peran sejak awal – Setiap anggota tim harus tahu tugas dan tanggung jawabnya.
  2. Bangun komunikasi antar divisi – Misalnya, kasir memberi laporan penjualan agar dapur bisa menyiapkan stok.
  3. Buat SOP pelayanan – Dari cara menyapa pelanggan hingga standar penyajian makanan.
  4. Gunakan teknologi – POS digital dapat membantu pencatatan transaksi, laporan stok, hingga memantau performa tim.
  5. Evaluasi rutin – Adakan meeting singkat untuk melihat apa yang perlu diperbaiki.

Baca Juga: Revenue Adalah Pondasi Keuangan Bisnis: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Studi Kasus: Restoran Cepat Saji vs Restoran Keluarga

  • Restoran cepat saji biasanya punya struktur yang ketat: ada supervisor shift, SOP detail untuk setiap menu, hingga sistem kasir digital yang real-time.
  • Restoran keluarga lebih fleksibel, biasanya melibatkan anggota keluarga dalam operasional. Namun, jika tidak dikelola dengan struktur yang jelas, potensi konflik bisa muncul.

Kesimpulan

Struktur organisasi bisnis restoran bukan sekadar formalitas. Ini adalah fondasi agar restoran bisa berjalan lancar, memberikan pelayanan terbaik, dan tentu saja,  mendatangkan profit maksimal.

Jika Anda baru memulai bisnis restoran, mulailah dari struktur sederhana lalu kembangkan sesuai kebutuhan. Dan jangan lupa, teknologi POS modern yang siap membantu mencatat transaksi, menyusun laporan penjualan, hingga mengontrol inventaris secara praktis. Pakai POSe, Anda bisa mendapatkan itu semua hanya dengan Rp1.000/hari.

Coba GRATIS sekarang dan tingkatkan restoran Anda lebih rapi dan efisien!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *