Memulai coffee shop tidak cukup hanya bermodal mesin espresso dan biji arabica terbaik. Faktanya, setiap menu kopi yang kamu jual punya potensi keuntungan yang berbeda dan sering kali, jenis kopi yang paling laris bukan selalu yang margin-nya paling besar. Karena itu, memahami jenis kopi yang paling umum di coffee shop dan strategi mengoptimalkan keuntungannya menjadi kunci bisnis kopi yang tahan lama.
Artikel ini akan membahas lebih dari 10 jenis kopi yang biasanya ada di coffee shop, plus strategi praktis untuk membuat menu yang bukan hanya enak, tapi juga cuan.
1. Espresso (Menu Dasar Semua Coffee Shop)
Espresso adalah “fondasi” semua minuman berbasis susu.
Kenapa laris: cepat disajikan & menjadi base banyak menu.
Optimasi keuntungan: gunakan house blend agar rasa stabil dan COGS lebih efisien.
2. Caffè Latte
Menu favorit pelanggan yang suka kopi ringan dan creamy.
Kenapa laris: cocok untuk pemula, lebih banyak susu.
Optimasi keuntungan: kontrol takaran susu; gunakan ukuran cup yang standar agar COGS tidak bocor.
3. Cappuccino
Mirip latte, tapi foam-nya lebih tebal.
Optimasi keuntungan: margin tinggi jika disajikan dengan house blend; cocok dijadikan signature karena tampilannya cantik.
4. Americano / Long Black
Espresso + air panas.
Kenapa laris: simple, strong, dan murah.
Optimasi keuntungan: COGS paling kecil di semua menu espresso base → margin besar.
Baca Juga: Apa Itu Pujasera? Konsep, Jenis, dan Potensi Bisnis Food Court Modern
5. Flat White
Versi latte yang lebih kuat kopinya.
Optimasi keuntungan: ideal untuk pelanggan yang ingin “premium” tapi tanpa beda harga terlalu jauh dari latte.
6. Affogato
Espresso + ice cream.
Potensi keuntungan: bisa dijual harga premium karena tampilannya fancy, meski bahan hanya dua.
7. Mochaccino / Mocha
Espresso + cokelat + susu.
Kenapa laris: cocok untuk pelanggan yang kurang suka rasa pahit.
Optimasi keuntungan: gunakan cokelat bubuk yang stabil harganya.
8. Kopi Susu Gula Aren (Menu Wajib di Indonesia)
Menu paling laris di hampir semua coffee shop beberapa tahun terakhir.
Optimasi keuntungan:
- buat premix gula aren untuk efisiensi produksi,
- kontrol stok karena mudah bocor jika tidak pakai POS.
9. Manual Brew (V60, Kalita, Aeropress)
Biasanya menggunakan single origin.
Kenapa penting: menaikkan nilai brand & menarik pecinta kopi serius.
Optimasi keuntungan:
- gunakan seasonal beans untuk menu limited,
- tonjolkan storytelling rasa.
10. Cold Brew
Minuman kopi yang direndam dingin selama 12–24 jam.
Optimasi keuntungan: produksi batch besar → margin tinggi karena biaya operasional rendah.
11. Frappe / Coffee-Based Ice Blend
Kopi versi minuman manis ala kafe modern.
Optimasi keuntungan: cocok untuk upselling; targetnya pelanggan Gen Z.
Bagaimana Mengoptimalkan Keuntungan dari Semua Jenis Kopi Ini?

Memiliki banyak menu tidak otomatis bikin coffee shop sukses.
Justru, rahasia profit ada pada cara kamu memilih beans, pricing yang tepat, dan kontrol COGS harian.
Di bawah ini strategi paling efektif:
1. Gunakan Blend untuk Menu Laris (Latte, Aren, Cappuccino)
Blend lebih stabil, lebih murah, dan lebih cocok untuk susu.
Hasilnya: COGS kecil → margin lebih besar.
2. Simpan Single Origin untuk Menu Premium
Sajikan melalui manual brew atau special latte.
Hasilnya: citra premium + margin besar dari menu specialty.
3. Buat Seasonal Beans sebagai Menu Limited Edition
Menu musiman bisa naikkan penjualan karena efek FOMO.
Contoh strategi:
- Batch terbatas
- “Only 30 cups this month”
- Ceritakan asal beans & prosesnya
Seasonal menu = margin besar + peningkatan traffic.
4. Hitung Harga Menu Berdasarkan COGS, Bukan Perasaan
Gunakan rumus aman:
Harga Jual = COGS × 3 sampai 4
Contoh:
COGS latte Rp 8.000 → harga jual ideal Rp 24.000–32.000.
Jangan jual menu ramai tapi rugi.
Ini kesalahan banyak coffee shop baru.
5. Terapkan Menu Engineering: Bintang, Workhorse, Dead Item
Analisis sederhana:
- Bintang: Laris & margin besar (promosikan!)
- Workhorse: Laris tapi margin tipis (naikkan harga sedikit atau atur COGS)
- Dead Item: Tidak laku (hapus agar operasional lebih efisien)
Supaya analisis ini jalan, kamu harus punya data penjualan harian.
Baca Juga:
Teknik “Anchor Pricing” untuk Dongkrak Penjualan
Tampilkan satu menu premium (misalnya “Geisha Limited – Rp 85.000”) agar menu lain terlihat lebih terjangkau.
Psikologi harga ini sering dipakai kafe besar—dan terbukti menaikkan penjualan menu dengan margin terbaik.
Baca Juga: 500+ Kata-Kata Promosi Makanan yang Bikin Laris!
Kesimpulan
Dari 10+ jenis kopi di atas, kamu pasti punya gambaran mana yang harus dijadikan menu utama, mana yang butuh seasonal upgrade, dan mana yang sebaiknya jadi signature.
Ingat: coffee shop yang bertahan bukan yang menunya paling banyak, tapi yang paling memahami cost, margin, dan kontrol stok.
Dengan POSe seharga Rp1.000/hari, kamu bisa:
- Hitung HPP/COGS setiap menu secara otomatis
- Pantau stok biji kopi, susu, dan bahan harian
- Cek menu paling laku & paling menguntungkan
- Kasir modern yang cepat & stabil
- Cocok untuk pemula sampai coffee shop berskala besar
Kelola coffee shop kamu dengan lebih rapi, terukur, dan lebih cuan.
Coba GRATIS POSe hari ini dan biarkan data membantu bisnismu berkembang!

