Ketika sebuah bisnis mulai berkembang, pemilik usaha seringkali lebih fokus pada penjualan, pelanggan, atau stok barang. Padahal, ada satu bagian penting yang berpengaruh besar pada kesehatan finansial bisnis: fixed asset atau aset tetap. Tanpa pencatatan aset yang baik, laporan keuangan bisa keliru dan keputusan bisnis jadi tidak akurat.
Di artikel ini, kita akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami mengenai fixed asset adalah apa, contoh-contohnya dalam bisnis, cara menghitung penyusutan, hingga template Excel yang bisa membantu kamu mengelola aset lebih rapi.
Fixed Asset Adalah Apa? Ini Penjelasan Mudahnya
Fixed asset adalah aset jangka panjang yang dimiliki bisnis dan digunakan untuk menjalankan operasional sehari-hari. Aset ini tidak dijual kembali, tetapi dipakai untuk menghasilkan pendapatan. Masa manfaatnya lebih dari satu tahun dan biasanya memiliki nilai yang besar.
Karena digunakan dalam jangka panjang, fixed asset mengalami penurunan nilai seiring waktu—itulah yang disebut penyusutan (depresiasi).
Karakteristik Fixed Asset:
- Digunakan lebih dari 1 tahun
- Tidak untuk dijual kembali
- Memiliki nilai ekonomi bagi bisnis
- Mengalami penyusutan
- Berwujud (tangible)
Apa Saja Termasuk Fixed Asset?
Contoh aset tetap yang sering dimiliki pemilik usaha:
- Mesin usaha: mesin kopi, oven, mixer besar, mesin jahit
- Peralatan toko: komputer kasir, printer struk, scanner barcode
- Kendaraan operasional: motor pengiriman, mobil distribusi
- Perabotan toko: meja kasir, rak display, kursi, meja cafe
- Bangunan & renovasi: ruko, kitchen set, interior toko
Aset-aset inilah yang membuat bisnis berjalan. Kamu mungkin tidak menyadarinya setiap hari, tapi tanpa mesin, rak, atau komputer kasir, operasional bisa langsung terhenti.
Baca Juga: Apa Itu Point of Sales (POS)? Lengkap! Pengertian, Fungsi dan Jenisnya
Kenapa Fixed Asset Harus Dicatat?
Banyak pemilik UMKM menganggap pencatatan aset itu “ribet” atau tidak terlalu penting. Padahal, pencatatan fixed asset yang benar bisa membantu kamu:
1. Menghindari aset hilang atau tak terpakai
Dengan tahu daftar aset yang kamu punya, kamu bisa kontrol kondisi dan penggunaannya.
2. Mengetahui nilai bisnis secara lebih akurat
Investornya? Bank? Semua butuh informasi aset.
3. Menghitung keuntungan dan beban dengan tepat
Penyusutan memengaruhi besar kecilnya laba.
4. Mempersiapkan penggantian atau perawatan aset
Jika masa manfaatnya tinggal sedikit, kamu bisa siapkan anggaran.
Jadi, pencatatan aset bukan hanya urusan akuntan—tapi juga strategi bisnis!
Cara Menghitung Penyusutan Fixed Asset (Rumus Mudah untuk Pemilik Usaha)
Karena fixed asset menurun nilainya setiap tahun, kamu perlu menghitung penyusutannya. Metode paling mudah dipahami oleh UMKM adalah:
#️⃣ Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
Penyusutan setiap tahun sama besar.
Rumus Penyusutan Garis Lurus
Penyusutan per tahun = (Harga Perolehan – Nilai Residu) / Umur Ekonomis
Keterangan:
- Harga Perolehan = harga beli + biaya pendukung (ongkir, instalasi, dll)
- Nilai Residu = nilai sisa ketika aset sudah habis masa manfaat
- Umur Ekonomis = lama aset bisa digunakan (tahun)
Contoh Perhitungan Penyusutan
Misalnya kamu membeli mesin kopi seharga Rp12.000.000
- Nilai residu: Rp1.000.000
- Umur ekonomis: 5 tahun
Maka:
Penyusutan per tahun = (12.000.000 – 1.000.000) / 5
= 11.000.000 / 5
= Rp2.200.000 per tahun
Kalau ingin lebih detail:
Penyusutan per bulan = 2.200.000 / 12
= Rp183.333/bulan
Mudah, bukan?
Template Excel Penyusutan Aset (Siap Kamu Gunakan)

Kamu bisa menggunakan template berikut untuk mencatat aset dan penyusutannya:
Template Perhitungan Penyusutan (Copy-Paste Ke Excel)
| No | Nama Aset | Tgl Beli | Harga Perolehan | Nilai Residu | Umur (Thn) | Penyusutan/Tahun | Penyusutan/Bulan | Nilai Buku Awal |
| 1 | Mesin Kopi | 01/01/2025 | 12.000.000 | 1.000.000 | 5 | =((D2-E2)/F2) | =G2/12 | =D2 |
| 2 | Laptop Kasir | 10/02/2025 | 8.000.000 | 500.000 | 4 | =((D3-E3)/F3) | =G3/12 | =D3 |
Kamu bisa tambahkan kolom “Nilai Buku Akhir” jika ingin menghitung sampai tahun tertentu.
Kalau kamu mau, saya bisa bantu buatkan file Excel lengkap yang otomatis menghitung penyusutan per bulan, per tahun, dan menampilkan grafik nilai aset. Tinggal bilang saja!
Baca Juga: Inden Artinya Apa? Kenali Makna, Contoh, dan Fungsinya di Dunia Bisnis
Kesimpulan
Fixed asset adalah aset jangka panjang yang membantu bisnis berjalan setiap hari. Mulai dari mesin produksi hingga peralatan kasir, semua harus dicatat dengan benar agar laporan keuangan lebih akurat.
Dengan menghitung penyusutan, kamu bisa mengetahui nilai riil aset dan merencanakan anggaran bisnis yang lebih sehat.
Menghitung penyusutan mungkin mudah, tapi mengatur transaksi, stok, dan laporan setiap hari? Nah, itu cerita lain.
Dengan POSe, semuanya jadi lebih simpel:
- Pencatatan transaksi otomatis
- Laporan penjualan real-time
- Manajemen stok lebih rapi
- Cocok untuk pemilik usaha pemula maupun yang sudah berkembang
- Tersedia di HP, tablet, dan mudah digunakan
Mulai kelola bisnismu secara lebih profesional dan teratur.
Coba GRATIS POSe sekarang:
Instagram: @pakaipose
Website: pose.co.id
Google Play: POSe – Aplikasi Kasir Digital
Siap bantu bisnismu tumbuh lebih cepat & terukur!

