Di era bisnis serba cepat seperti sekarang, pembeli ingin semua hal terasa instan, termasuk dalam hal pembayaran. Tidak mau antre lama, tidak mau ribet cari uang kembalian, dan tentu saja… tidak mau transaksi yang bikin was-was. Inilah alasan kenapa pembayaran digital menjadi kebutuhan wajib untuk UMKM yang ingin terlihat modern, dipercaya, dan hemat waktu operasional.
Namun, di balik mudahnya transaksi digital, ada satu hal yang sering membuat pelaku UMKM bingung: Biaya MDR, jenis pembayaran apa yang paling menguntungkan, dan bagaimana memilih payment gateway yang tepat.
Artikel ini akan memandu Anda secara lengkap dan humanis, tanpa istilah teknis berbelit, agar Anda bisa memilih sistem pembayaran digital yang paling cocok untuk bisnis Anda.
Jenis-Jenis Pembayaran Digital yang Wajib Dipahami UMKM
UMKM hari ini setidaknya berhadapan dengan 5 jenis pembayaran digital yang paling populer. Berikut penjelasan sederhana dan manfaatnya:
1. E-Wallet (OVO, GoPay, DANA, ShopeePay, dsb.)
Metode pembayaran paling digemari anak muda dan pelanggan yang sering menunggu promo cashback.
Kelebihan:
- Transaksi cepat, praktis, aman.
- Sering memiliki promo yang bantu tingkatkan repeat order.
- Cocok untuk bisnis retail, F&B, atau layanan cepat.
Kekurangan:
- Ada biaya MDR, biasanya 1–2%.
2. QRIS
Satu kode untuk semua pembayaran e-wallet dan mobile banking.
Kelebihan:
- Mudah dipasang di kasir.
- Cocok untuk UMKM dengan transaksi volume tinggi.
- Biaya MDR relatif stabil.
Kekurangan:
- Perlu koneksi internet stabil.
3. Debit Card
Transaksi menggunakan kartu ATM melalui mesin EDC.
Kelebihan:
- Banyak digunakan pelanggan dewasa.
- Praktis dan tanpa top-up saldo.
Kekurangan:
- Mesin EDC mahal atau membutuhkan sewa/kerja sama bank tertentu.
4. Virtual Account (VA)
Biasanya digunakan toko online atau bisnis dengan pembayaran non-tunai otomatis.
Kelebihan:
- Pembayaran langsung tercatat otomatis.
- Cocok untuk bisnis online, membership, atau jasa.
Kekurangan:
- Tidak cocok untuk toko offline biasa.
5. Subscription Auto Debit
Pembayaran otomatis bulanan/mingguan, cocok untuk usaha membership: gym, les, grooming hewan, coworking, dan sebagainya.
Kelebihan:
- Pelanggan tidak perlu ingat/i> bayar manual.
- Cashflow bisnis lebih stabil.
Kekurangan:
- Butuh payment gateway yang mendukung fitur auto debit.
Baca Juga: Aplikasi Kasir untuk Pemula: Fitur Wajib, Harga, dan Tips Pakainya!
Breakdown Biaya MDR & Cara Menghindari Terlalu Banyak Potongan

Salah satu pertanyaan terbanyak dari pelaku UMKM adalah:
“Berapa sih biaya MDR sebenarnya?”
Berikut gambaran sederhananya (persentase bisa berbeda tergantung provider):
- QRIS Reguler: ± 0.7%
- E-Wallet: 1–2%
- Kartu Debit: 0–1%
- Virtual Account: bisa flat fee (Rp3.000–Rp5.000) atau persentase
- Auto Debit: bervariasi sesuai provider
Lalu bagaimana cara UMKM mengoptimalkan biaya?
Tips Menghindari Banyak Potongan MDR
1. Mix payment channel
Gabungkan metode yang potongannya kecil (QRIS atau debit) dengan metode yang fleksibel (e-wallet).
Ini membuat bisnis tetap ramah biaya, tapi tetap modern.
2. Gunakan payment gateway yang transparan
Pilih yang menampilkan:
- rincian MDR per transaksi,
- biaya tersembunyi (jika ada),
- laporan harian otomatis.
Dengan begitu Anda bisa hitung profit dengan jelas.
3. Pilih POS yang mendukung banyak metode pembayaran
Jika POS Anda harus menggunakan provider tertentu, Anda bisa terjebak pada potongan besar yang tidak bisa dinegosiasi.
4. Tawarkan insentif untuk metode pembayaran tertentu
Misalnya: “Bayar pakai Debit → cashback Rp2.000”.
Murah, tapi pengaruhnya besar untuk mengalihkan biaya MDR.
Contoh Integrasi Pembayaran Digital di POS
Agar kasir tidak bingung dan laporan transaksi rapi, UMKM butuh POS yang bisa mengintegrasikan semua metode pembayaran dalam satu dashboard.
Contohnya:
✔ Integrasi E-Wallet & QRIS
Kasir cukup pilih metode pembayaran → QR code muncul → pelanggan scan → transaksi masuk otomatis ke laporan penjualan.
✔ Integrasi VA / Transfer Bank
Cocok untuk bisnis online: setelah pelanggan bayar, invoice otomatis ter-update.
✔ Integrasi Auto Debit
Untuk bisnis membership, sistem akan menarik biaya pelanggan secara otomatis tanpa perlu follow-up manual.
Inilah alasan banyak UMKM modern menggunakan POS yang mendukung integrasi pembayaran digital secara lengkap, seperti POS modern yang:
- sudah mendukung QRIS,
- bisa menghubungkan e-wallet,
- compatible dengan debit/EDC,
- mendukung VA dan invoice otomatis,
- dan memiliki dashboard transaksi lengkap.
Baca Juga: Petty Cash: Pengertian, Fungsi, dan Cara Pencatatan yang Mudah Dipahami
Kesimpulan:
UMKM yang ingin berkembang, bersaing, dan terlihat profesional wajib memahami:
- jenis pembayaran digital,
- biaya MDR yang memengaruhi profit,
- dan cara memilih payment gateway terbaik.
Hanya dengan Rp1.000/hari, Anda bisa integrasi pembayaran digital yang benar akan membuat proses di kasir lebih cepat, pelanggan lebih puas, dan laporan keuangan lebih rapi.
Pakai POSe, aplikasi kasir modern yang mendukung berbagai metode pembayaran digital, mulai dari QRIS, e-wallet, hingga pembayaran otomatis terintegrasi.
Coba GRATIS POSe sekarang dan rasakan kemudahan transaksi tanpa ribet!

