Banyak orang bilang, “Bisnis laundry itu simpel. Tinggal terima cucian dan cuci.”
Nyatanya, yang paling sering bikin bisnis laundry gagal adalah pengelolaan modal dan biaya operasional yang berantakan, bukan kurang pelanggan.
Kalau kamu sedang mencari bisnis dengan modal terjangkau, potensi repeat order, dan cashflow cepat, laundry adalah salah satu opsi terbaik.
Kenapa? Karena kebutuhan mencuci adalah kebutuhan dasar, bukan gaya hidup atau musiman.
Dan kabar baiknya:
Bisnis laundry bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan dari rumah.
Di artikel ini kita bahas secara detail (dan praktis) tentang:
- Cara menentukan jenis layanan laundry yang tepat sesuai modal
- Hitungan modal awal untuk bisnis laundry skala rumahan
- Perhitungan biaya operasional & estimasi keuntungan
- Contoh SOP agar minim komplain
- Cara menggunakan sistem POS untuk mengelola order & billing
Pilihan Jenis Layanan Laundry (Sesuaikan dengan Modal)
Bisnis laundry bukan hanya laundry kiloan. Dengan modal kecil, kamu bisa memilih fokus layanan seperti:
| Jenis Laundry | Modal | Potensi Margin |
| Laundry Kiloan Rumahan | Rendah | Stabil & repeat order |
| Fast Wash 2 Jam | Sedang | Margin tinggi (+30–50%) |
| Laundry Sepatu | Rendah | Margin sangat tinggi |
| Laundry Kantor (langganan bulanan) | Sedang | Cashflow pasti tiap bulan |
Kalau modal terbatas, mulailah dari laundry kiloan rumahan, lalu tambahkan laundry sepatu sebagai layanan premium.
Baca Juga: Apa Itu Kios? Pengertian, Jenis, dan Ide Bisnis Kios Modern
Hitungan Modal Awal (Skala Rumahan)
Simulasi modal untuk membuka bisnis laundry di rumah dengan 1 mesin cuci + 1 pengering:
| Kebutuhan | Perkiraan Biaya |
| Mesin cuci front load 7–8 kg | Rp3.500.000 – 4.000.000 |
| Mesin pengering (atau jemur) | Rp3.000.000 (pengering) / Rp0 (manual) |
| Setrika & meja setrika | Rp700.000 |
| Timbangan digital | Rp250.000 |
| Rak + keranjang laundry | Rp500.000 |
| Deterjen, pewangi, plastik (stok awal) | Rp500.000 |
| Banner / branding depan rumah | Rp300.000 |
| Sistem POS laundry (bisa mulai gratis di POSe) | Rp0 – 200.000 / bulan |
| Total Modal (hemat) | Rp5.750.000 – 9.250.000 |
Dengan modal di bawah 10 juta, bisnis laundry di rumah sudah bisa jalan.
Jika tidak memakai pengering (jemur), modal bisa ditekan 30%.
Hitung Biaya Operasional Bulanan
Agar bisnis sehat, kamu wajib tahu biaya harian/bulanan.
Contoh perhitungan bulanan:
| Kebutuhan | Biaya per bulan |
| Listrik | Rp300.000 |
| Deterjen + pewangi + softener | Rp400.000 |
| Plastik & packaging | Rp200.000 |
| Langganan POS (opsional) | Rp200.000 |
| Total biaya operasional | Rp1.100.000 / bulan |
Fokusnya bukan modal besar, tapi mengontrol biaya operasional dan cashflow.
Simulasi Keuntungan Bisnis Laundry
Misal dalam sehari mendapatkan:
- 10 pelanggan
- Rata-rata 3 kg / pelanggan
- Harga laundry Rp7.000 / kg
Omzet harian:
10 pelanggan x 3 kg x Rp7.000 = Rp210.000
Omzet bulanan:
Rp210.000 x 30 = Rp6.300.000
Jika biaya operasional bulanan Rp1.100.000 → maka laba bersih:
Rp6.300.000 – Rp1.100.000 = Rp5.200.000 / bulan
Balik modal?
Jika modal awal Rp8.000.000:
Rp8.000.000 / Rp5.200.000 ≈ 1.5 bulan
➡️ Artinya potensi balik modal dalam 1,5–3 bulan tergantung lokasi dan pemasaran.
Contoh SOP Laundry (Minim Komplain, Minim Baju Hilang)

SOP ini membantu kamu terlihat profesional sejak awal.
SOP Penerimaan Cucian
- Timbang di depan pelanggan (transparan).
- Catat permintaan khusus (pewangi, noda, bahan delicate).
- Masukkan data ke sistem POS (nama, nomor HP, jenis layanan).
- Cetak dan berikan invoice / struk.
SOP Pencucian
- Pisahkan warna gelap dan terang.
- Cuci sesuai kategori (reguler/fast wash/delicate).
- Gunakan pewangi sesuai request pelanggan.
SOP Serah Terima
- Cocokkan pakaian dengan invoice.
- Pastikan pelanggan memeriksa sebelum meninggalkan outlet.
SOP yang jelas = komplain menurun hingga 80%.
Gunakan Sistem POS Laundry Agar Tidak Ada Lagi Cucian Hilang
Kesalahan terbesar laundry yang dikelola manual:
- Salah input nama
- Struk hilang
- Cucian tertukar
Dengan POSe (POS Kasir Digital), semua data pelanggan dan cucian tercatat rapi:
Fitur yang membantu laundry:
- Registrasi pelanggan otomatis
- Cetak struk + catatan permintaan khusus
- Monitoring status cucian (received → washing → ready)
- Pembayaran QRIS / e-wallet
- Laporan penjualan harian & bulanan otomatis
Tidak perlu lagi catat di buku, tidak ada cucian yang hilang atau tertukar.
Baca Juga: Bisnis Warung Madura: Rahasia Sukses, Tantangan, dan Strategi Bersaing
Kesimpulan
Memulai bisnis laundry dengan modal kecil sangat memungkinkan karena kebutuhan pasar yang stabil dan repeat order yang tinggi. Namun, agar usaha berjalan konsisten, kamu perlu mengelola biaya operasional dengan disiplin dan menerapkan SOP yang rapi untuk mencegah kesalahan kecil yang bisa merusak kepercayaan pelanggan.
Dengan sistem kerja yang tertata, komplain bisa ditekan dan produktivitas meningkat karena setiap proses, mulai dari penerimaan cucian, pencucian, hingga serah terima, memiliki alur yang jelas. Tanpa sistem yang baik, risiko cucian tertukar, salah parfum, atau salah hitung berat sangat mungkin terjadi dan dapat memengaruhi reputasi bisnis.
Untuk mengurangi kerumitan operasional sejak awal, kamu bisa menggunakan POSe mulai dari Rp1.000/hari. Kamu bisa:
- membantu mencatat order secara otomatis,
- mengatur status cucian,
- menerima pembayaran QRIS, hingga menyajikan laporan penjualan harian,
Coba GRATIS POse sekarang dan jadikan bisnis laundry kamu berjalan lebih profesional dan tumbuh lebih cepat tanpa ribet.

